Asalha Puja atau Asalha Bucha adalah salah satu hari suci terpenting dalam agama Buddha yang di peringati untuk mengenang khotbah pertama Sang Buddha setelah mencapai pencerahan. Hari suci ini di rayakan pada hari bulan purnama di bulan Asalha (biasanya jatuh pada bulan Juli).
Dalam bahasa Pali, “Asalha” merujuk pada nama bulan dalam kalender lunar, sedangkan “Puja” berarti penghormatan atau persembahan. Di Thailand, perayaan ini di kenal sebagai Asalha Bucha Day dan merupakan hari libur nasional.
Sejarah Dan Latar Belakang Asalha Puja
Asalha Puja memperingati peristiwa penting ketika Gautama Buddha menyampaikan khotbah pertamanya yang di kenal sebagai Dhammacakkappavattana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma).
Peristiwa ini terjadi di Taman Rusa Isipatana (sekarang di kenal sebagai Sarnath, India), kepada lima pertapa yang sebelumnya menjadi rekan pertapaan beliau.
Khotbah tersebut berisi ajaran inti agama Buddha, yaitu:
-
Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani)
-
Dukkha (Penderitaan)
-
Samudaya (Sebab penderitaan)
-
Nirodha (Akhir penderitaan)
-
Magga (Jalan menuju akhir penderitaan)
-
-
Jalan Tengah (Majjhima Patipada)
Menghindari kehidupan yang terlalu mewah maupun terlalu menyiksa diri.
Peristiwa ini juga menandai terbentuknya Sangha (komunitas bhikkhu), karena salah satu dari lima pertapa, Kondanna, mencapai tingkat kesucian pertama (Sotapanna).
Makna Penting Asalha Puja
Asalha Puja memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Buddha karena pada hari ini:
-
Buddha pertama kali mengajarkan Dhamma.
-
Dhamma (ajaran Buddha) mulai tersebar ke dunia.
-
Sangha pertama terbentuk.
-
Konsep Tiga Permata (Buddha, Dhamma, Sangha) menjadi lengkap.
Oleh karena itu, hari ini di anggap sebagai hari lahirnya ajaran Buddha secara resmi.
Cara Perayaan Asalha Puja
Di berbagai negara Buddhis seperti Thailand, Sri Lanka, Myanmar, Kamboja, dan Laos, Asalha Bucha di rayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan, antara lain:
1. Mengunjungi Wihara
Umat Buddha datang ke wihara untuk:
-
Mendengarkan khotbah Dhamma
-
Bermeditasi
-
Melakukan persembahan bunga, lilin, dan dupa
2. Upacara Wian Tian (Thailand)
Di Thailand, umat melakukan prosesi berjalan mengelilingi vihara sebanyak tiga kali sambil membawa lilin, dupa, dan bunga sebagai penghormatan kepada Tiga Permata.
3. Menjalankan Sila
Banyak umat menjalankan Delapan Sila (Atthasila) pada hari ini sebagai bentuk latihan spiritual.
4. Awal Masa Vassa
Sehari setelah Asalha Bucha di mulai masa Vassa (retret musim hujan), yaitu periode tiga bulan di mana para bhikkhu menetap di satu tempat untuk memperdalam praktik meditasi dan studi Dhamma.
Nilai-Nilai Yang Diajarkan
Asalha Bucha bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai penting, seperti:
-
Kesadaran akan penderitaan dan cara mengatasinya
-
Moderasi dalam hidup (Jalan Tengah)
-
Kebijaksanaan dan pengendalian diri
-
Pentingnya komunitas spiritual (Sangha)
Hari ini mengajak umat Buddha untuk merefleksikan kehidupan dan memperdalam praktik spiritual mereka.
FAQ
1. Kapan Asalha Puja dirayakan?
Asalha Puja di rayakan pada hari bulan purnama bulan Asalha (biasanya bulan Juli, tergantung kalender lunar).
2. Apa perbedaan Asalha Bucha dan Waisak?
Waisak memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha.
Asalha Bucha memperingati khotbah pertama Buddha.
3. Mengapa khotbah pertama begitu penting?
Karena pada saat itulah ajaran Buddha pertama kali disampaikan dan Sangha pertama terbentuk.
4. Apakah Asalha Bucha merupakan hari libur nasional?
Di beberapa negara seperti Thailand, ya, Asalha Bucha merupakan hari libur nasional.
5. Apa hubungan Asalha Bucha dengan Vassa?
Sehari setelah Asalha Bucha dimulai masa Vassa, yaitu masa retret tiga bulan bagi para bhikkhu.
Kesimpulan
Asalha Puja (Asalha Bucha) adalah hari suci umat Buddha yang memperingati khotbah pertama Gautama Buddha di Taman Rusa Isipatana. Hari ini menandai dimulainya penyebaran Dhamma serta terbentuknya Sangha, yang melengkapi Tiga Permata dalam agama Buddha.
Lebih dari sekadar perayaan, Asalha Puja merupakan momen refleksi mendalam tentang Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah, serta ajakan untuk menjalani kehidupan dengan kebijaksanaan, keseimbangan, dan welas asih.




